Terhitung dalam dua tahun terakhir (2017-2018), Walhi Riau telah melaporkan setidaknya 7 perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan serta berdampak pada bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan hidup. Pada November 2017, Walhi Riau melaporkan empat perusahaan yang areal diduga melakukan pembakaran dalam rangka land clearing ataupun kelalaiannya yang menyebabkan terjadinya kebakaran. PT Indrawan Perkasa, PT Setia Agrindo Mandiri, PT Citra Palma Kencana, dan PT Indogreen Jaya Abadi adalah empat perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Namun hingga hari ini, berdasarkan SP2HP yang diterima Walhi Riau, hanya PT Setia Agrindo Mandiri dan PT Indrawan Perkasa yang baru memasuki tahap penyelidikan. Selanjutnya pada 20 September 2018, Walhi Riau kembali melaporkan 3 perusahaan dengan dugaan yang sama terkait pembakaran hutan dan lahan.

Selain sebagai upaya penegakan hukum disektor lingkungan hidup dan kehutanan serta dalam rangka pemenuhan hak asasi manusia terkait lingkungan hidup, pelaporan yang dilakukan Walhi Riau memperlihatkan bahwa perizinan yang diberikan kepada korporasi lebih rentan menyebabkan bencana ekologi dan kerusakan ekosistem gambut jika dibandingkan kearifan lokal masyarakat dalam melakukan pengelolaan ekosistem gambut.