SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu - 40 Tahun Walhi, Perluas Konsolidasi, Pulihkan Demokrasi Untuk Keadilan Ekologis
  • 1 tahun yang lalu - Rampas, Sebuah Potret Buruk Perizinan Kebun Kayu
  • 1 tahun yang lalu - Waspada Covid 19 – Jangan Lupa Cuci Tangan – Lakukan Pola Hidup Sehat – #dirumahaja
WAKTU :
Diterbitkan :
Kategori : Kampanye dan Advokasi / Kejahatan Kehutanan / Praktek Buruk Industri Ekstraktif / Siaran Pers
Komentar : 0 komentar

10295119_1240125646015595_3897141350102024004_o

Pekanbaru, Rabu, 10 Maret  2016 Lebih sudah 60 hari kerja Notifikasi Gugatan CLS Asap Riau tidak disespon oleh 6 calon tergugat (Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Pertanian, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Kesehatan dan Gubernur Riau). Tidak adanya itikad baik tersebut, membuat 4 orang yang mewakili kepentingan hukum masyarakat Riau (Al Azhar Ketua Umum LAM Riau, Riko Kurniawan Direktur WALHI Riau, Heri Budiman dari Rumah Budaya Sikukeluang dan Woro Supartinah dari Jikalahari) bersama 13 orang kuasa hukumnya memutuskan mendaftarkan secara resmi gugatan tersebut di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Guna mendaftarkan gugatan ini, 4 calon Penggugat bersama semua kuasa hukumnya dan masyarakat Riau melakukan long march diiringi dentuman dengan adat melayu kompang dan manggar dari Kantor LBH Pekanbaru menuju Pengadilan Negeri Pekanbaru. “Hari ini, kami memperlihatkan keseriusan untuk menagih janji Negara bersihkan Riau dari kebakaran hutan dan lahan, sudah cukup hampir dua dekade paru-paru kami disesaki asap. Dengan didaftarkannya gugatan ini, kami mengingatkan Negara agar berbenah diri memenuhi hak konstitusional masyakarat riau selaku warga Negara untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat,” ujar Riko Kurniawan, Direktur WALHI Riau, yang juga salah satu Penggugat.

“Agar hukum memperlihatkan keberpihakannya kepada lingkungan berikut hak dasar masyarakat Riau yang sudah gagal dipenuhi negara selama hampir 2 dekade belakangan ini, kami minta agar Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru menunjuk Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili gugatan CLS ini adalah  majelis yang salah satunya adalah hakim yang bersertifikat lingkungan,” sebut Indra Jaya, Kordinator Tim Kuasa Hukum. Selain itu, Indra juga meminta agar publik ikut serta secara aktif mengambil bagian untuk mengikuti berbagai proses persidangan yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

aksi daftar gugatan

Merespon apa yang disampaikan Indra, Kordinator Aksi yang menyertai pendaftaran gugatan CLS Asap, Rian S menyebutkan bahwa akan ada pengorganisiran massa setiap sidang-sidang gugatan CLS Asap ini nantinya. “Kami berkomitmen akan memenuhi ruang sidang setiap persidangan CLS. “Komitmen mengawal tahapan gugatan CLS ini telah kami mulai pada hari ini dengan turut serta bersama masyarakat Riau mengawal proses pendaftaran gugatan CLS di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pekanbaru,” sebutnya. Selanjutnya, Heri Budiman, yang juga salah satu Penggugat menambahkan, “ketika asap terjadi beberapa bulan lalu, mayoritas masyarakat Riau yang menyuarakan agar ada langkah hukum seperti gugatan CLS yang disampaikan hari ini, agar asap kembali tidak berulang. Jadi gugatan ini merupakan  suara Rakyat Riau, jadi bukan suatu hal yang sulit untuk hadir memenuhi ruang pengadilan, untuk membuktikan kita tidak lupa bahwa asap pernah memenuhi paru, memerihkan mata dan meluluhlantahkan kehidupan kita.”

Sebenarnya ada kekhawatiran bahwa tahapan proses gugatan CLS ini akan berakhir bagai mimpi buruk seperti yang terjadi di Pengadilan Negeri Palembang. Namun kondisi tersebut tidak akan menciutkan mental kempat orang calon Penggugat dan tiga belas orang Tim Kuasa Hukum Melawan Asap. “Kami percaya proses peradilan yang akan kami ikuti tidak akan mengecewakan masyarakat Riau, kami percaya Pengadilan Negeri Pekanbaru akan melahirkan sejarah dengan melahirkan putusan yang pro pada kepentingan lingkungan dan masyarakat Riau. Apalagi beberapa bulan lalu, Para Hakim di Pengadilan ini juga merasakan pekatnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari praktik buruk pengelolaan sumber daya alam,”tutup Riko.

-***-

Lebih lanjut hubungi:

  • Riko Kurniawan (081371302269)
  • Indra Jaya (0811761551)
  • Heri Budiman (08117576007)
  • Rian S (081278431163)

 

Be Sociable, Share!
SebelumnyaSiaran Pers : HITUNG MUNDUR GUGATAN RAKYAT MELAWAN ASAP! #melawanasap #melawanlupa Sesudahnya"Negeriku, Negeri ASAP", Cerita Mini Anak Negeri
Nama-nama yang untung membeli sawit bahkan dari taman nasional dan yang lepas dari jeratan hukum – jika sawit jadi tanaman hutan Nama-nama yang untung membeli sawit bahkan dari taman nasional dan yang lepas dari jeratan hukum – jika sawit jadi tanaman hutan
PEKANBARU, 30 NOVEMBER 2021 – Sudah bukan rahasia lagi banyak nama pemain industri sawit, mulai dari pabrik kelapa sawit, perusahaan perkebunan hingga pemasok crude palm oil (minyak sawit mentah) terlibat...
Kenapa sawit tidak layak jadi tanaman hutan – sawit dalam hutan  dan ancaman kepunahan lokal satwa liar Kenapa sawit tidak layak jadi tanaman hutan – sawit dalam hutan dan ancaman kepunahan lokal satwa liar
PEKANBARU, 26 NOVEMBER 2021 – Temuan Eyes on the Forest selama 17 tahun mendapati dampak buruk praktek korporasi perkebunan kelapa sawit bagi hutan alam, dan keanekaragaman hayati. Dari temuan EoF...
Seminar Nasional “Sawit Sebagai Tanaman Hutan di IPB,” Forum Akademis Untuk Merusak Hutan Seminar Nasional “Sawit Sebagai Tanaman Hutan di IPB,” Forum Akademis Untuk Merusak Hutan
 Pekanbaru, 25 November 2021–Koalisi Eyes on The Forest (EoF) mengecam penyelenggaraan Seminar Nasional  “Permasalahan, Prospek dan Implikasi Sawit Sebagai Tanaman Hutan” yang bertentangan dengan tekad Pemerintah Indonesia untuk berkontribusi mengurangi...
Melindungi Wilayah Adat dari Ancaman Tambang & Kedok Kepentingan Umum Melindungi Wilayah Adat dari Ancaman Tambang & Kedok Kepentingan Umum
Pekanbaru, 13 November 2021—Mahkamah Agung melalui Putusan Putusan Nomor 13 P/HUM/2018 tanggal 31 Mei 2018 menyatakan Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 16 ayat (1) Peraturan Daerah...
Anak Muda Riau Kritik Sumber Daya Alam Jadi Ladang “Perburuan” Anak Muda Riau Kritik Sumber Daya Alam Jadi Ladang “Perburuan”
Tidak ada yg lebih buruk daripada mewariskan hutan yg hancur, lingkungan hidup yg rusak, dan punahnya keanekaragaman hayati. Pekanbaru 5 November 2021, Walhi Riau melakukan aksi damai penyelamatan bumi serta...
DISKUSI ANAK MUDA RIAU DAN LINGKUNGAN HIDUP DI RIAU DISKUSI ANAK MUDA RIAU DAN LINGKUNGAN HIDUP DI RIAU
Riau memiliki lahan gambut seluas 4,04 jt hektar yang merupakan 56,1 % luas total gambut di Sumatera. Kondisi ini tidak sepenuhnya baik, tahun 2017 disebutkan 2.4 juta hektar dalam kondisi...


TINGGALKAN KOMENTAR